Skip to content

Kisah Hidup Pedagang Bakso

Written by

Jact

Sudah banyak sekali coba’an & tantangan telah saya lalui, pada kesempatan ini menuliskan pengalaman sendiri dengan judul “Kisah Hidup Pedagang Bakso”. Usaha berjual bakso keliling adalah warisan temurun dari kakek kami, kemudian dilanjutkan oleh ayah lalu kepada ku.

Menjalankan usaha dengan mengayuh grobak dari pukul 3 siang sampai jam 10 malam adalah pekerjaan berat. Bisa kawan bayangkan pada pagi hari sudah harus kepasar membeli berbagai macam bahan membuat Bakso. Lalu siang hari memasak sampai jadi, setelah itu bisa dijajalkan disianghari sekitar jam 3.

Kisah Hidup Pedagang Bakso

Sejak umur 18 tahun setelah lulus sekolah saya sudah langsung terjun berjualan bakso keliling, kadang dalam hari selalu sedih kala rasa lelah sedang melanda. Selama 5 tahun aku bergelut dengan kesusahan, sampai menginjak usia 23 tahun akhirnya mulai mencari modal lebih.

Ketika itu pun sangat berat sekali untuk mendapatkan uang, namun dengan memainkan judi slot online terbaik di situs judi slot terbaik dan terpercaya no 1 bisa memperoleh banyak uang untuk meneruskan usaha yang telah saya idam idam kan sebelumnya, yakni membuka jualan bakso

Agar mampu mengembangkan usaha jual bakso nan telah diwariskan sejak jaman kakek ku dulu. Hingga kadang saya ambil satu hari untuk jadi buruh bayaran, serta cara lainnya diam – diam bermain judi online didalam kamar ketika telah malam.

Kisah Hidup Pedagang Bakso Yang Sukses

Sesudah menjalankan semua cara itu, 6 bulan kemudian uang saya sudah lumayan cukup lah buat membangun ruko. Nah dari ruko ini saya tidak lagi harus menjajalkan bakso dengan berkeliling membawa gerobak berat. Cita rasa dari bakso olahan kami sangat banyak disukai orang, sehingga tidak memakan waktu lama banyak orang datang ketoko untuk makan. Kadang saat weekend banyak sekali pelanggan yang datang, bersama keluarga atau teman – teman mereka. Sehingga kadang aku menjadi kewalahan menyiapkan wadah meja & kursi buat pelanggan.

Jadi saya dan semua karyawan berunding, kemudian kami memutuskan buat membuka cabang ke-2 dikota yang sama. Tidak disangka – sangka, setelah 2 tahun total cabang sebanyak 8 toko. Bakso Beranak Ahmad Rusmani hasil warisan dari keluarga saya ini ternyata bisa maju seperti sekarang ini.

Sayang saja kakek & ayah sudah tidak ada, jika mereka masih hidup tentunya akan sangat bangga akan perkembangan usaha keluaga tersebut. Namun seperti nan anda baca diatas saya harus banyak belajar mandiri untuk mengubah hidup sebelum bisa mencapai kesuksesan.

Previous article

Merubah Hidup Dengan Pendapatan Besar

Next article

Penjahit Sepatu Keliling

Join the discussion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *